Home » Info Jasa Olah Data » statistik » Kesenjangan Ahli Statistika di Dunia Big Data

Kesenjangan Ahli Statistika di Dunia Big Data

jasa analisis statistik jogja pakai R software

Halo sobat statistik, kali ini jasa olah data USH Indonesia akan membahas topik hangat di dunia industri. Topik hangat tersebut adalah big data. Seorang data scientist – ahli statistik – dipercaya mampu memberi perusahaan sebuah wawasan baru yang dapat ditindaklanjuti agar menghasilkan profit bisnis yang positif. Hal ini dibuktikan dari meningkatnya jumlah permintaan data scientist Indonesia. Di dalam kalimat lain: lowongan pekerjaan di bidang pengolahan data meningkat. Contoh: tren kebutuhan ahli statistik membuat USH Indonesia dengan mudah membuat cabang jasa olah data Jogja, Bandung, dan Semarang.

Namun, tidak selalu pengolahan big data membuat profit perusahaan meningkat. Kenyataannya sedikit lebih rumit. Untuk mendapatkan nilai dari big data, sobat statistik membutuhkan ahli statistik yang mampu menyaring dan mengolah data menjadi informasi berharga. Akan tetapi tidak sampai di situ saja, masih ada satu rintangan utama setelah informasi dari olah data tersedia.

Rintangan utama itu adalah memasukkan informasi berharga tersebut ke dalam proses produksi. Untuk mewujudkan nilai bisnis dari sebuah olah data, sobat statistik harus memastikan bahwa ahli statistik berjalan seiring dengan tim lainnya. Karena permasalahan big data ini relatif baru, kebanyakan tim yang ada tidak mengerti jalan berpikir ahli statistik. Bahasa mudahnya, terdapat kesenjangan antara ahli statistika dengan tim lain di dalam suatu perusahaan.

Ahli statistik bilang A tapi tim lain mengertinya B. Tim lain bilang C, ahli statistik mengertinya D.

jasa statistik jogja

Di dalam suatu perusahaan, ahli statistika atau konsultan statistik adalah inovator yang mengekstraksi ide dan pemikiran baru dari data perusahaan. Sementara tim lain pada gilirannya membangun ide-ide tersebut sehingga menciptakan terobosan baru di dalam proses produksi atau manajemen perusahaan secara umum. Sehingga hasil olah data yang ada dapat bermanfaat menjadi sebuah terobosan baru. Bahasa mudahnya: mengubah pengetahuan menjadi pengembangan (from research to development).

Ahli statistika bertugas untuk menguraikan, mengolah, dan memperdagangkan data untuk profit bisnis yang positif. Untuk mencapai prestasi ini, mereka melakukan berbagai tugas mulai dari penambangan data (input data) hingga analisis statistik. Mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data semuanya dilakukan dalam upaya mengidentifikasi tren yang signifikan dan informasi yang relevan.

Sedangkan tim lain yang tidak bersinggungan dengan olah data, bertugas menjalankan perusahaan agar mencapai profit dengan masing-masing jobdesknya yang berbeda-beda. Dulu ketika ilmuwan data (data scientist) belum seterkenal sekarang, manajer tidak ambil pusing dalam melihat hasil olah data. Cukup berpikir sendiri, memperkirakan tren tanpa hitungan statistik, lalu membuat kebijakan. Namun setelah profesi data scientist booming, manajer secara khusus atau tim perusahaan secara umum perlu melihat informasi dari hasil olah data sebagai bahan pengambilan keputusan.

jasa olah data statistik jogja

Namun, ahli statistika dan tim lain memiliki cara dan alur kerja yang berbeda. Ahli statistik tidak mengerti manajemen, tidak mengerti produksi, dan tidak mengerti marketing. Sedangkan tim lain seperti manajemen, produksi, dan marketing tidak mengerti statistik. Apalagi jika bahasa yang digunakan sudah bahasa khusus, terdapat kesenjangan bahasa yang membuat komunikasi tidak berjalan dengan baik. Ibarat seorang pasien yang dijelaskan dokter dengan bahasa kedokteran, pasti mumet.

Lalu, bagaimana menutup kesenjangan tersebut? Agar ahli statistik dapat berjalan sinergis dengan tim yang lain?

Jawabannya terletak pada mendedikasikan waktu dan sumber daya untuk menyempurnakan komunikasi.


Penyamaan Bahasa dan Pelatihan Bersama

Tidak cukup hanya dengan menempatkan ahli statistik dengan tim lain di sebuah ruangan. Pertama-tama sobat statistik harus membuat mereka saling memahami terminologi satu sama lain dan mulai berbicara dalam bahasa yang sama.

Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan latihan lintas tim. Dengan memasangkan ahli statistika dengan bagian tim lain. Bagi para ahli statistika, ini berarti memelajari manajemen, produksi, dan marketing. Sedangkan bagi tim lain, ini berarti memelajari statistika. Tentunya tidak secara dalam, asalkan mereka sudah mampu berkomunikasi dengan bahasa yang sama dan mengerti peran orang lain satu sama lain.

Dengan kedua belah pihak selaras memahami alur kerja masing-masing, suatu perusahaan memiliki tim yang saling bersinergi dan mampu berkomunikasi secara efektif dan efisien. Sehingga mampu menciptakan terobosan baru dari hasil olah data yang ada. Lalu nantinya menjadi profit bisnis yang positif.

Editor: dr. Abdi Marang Gusti Alhaq

Referensi
https://venturebeat.com/2020/02/29/actionable-big-data-how-to-bridge-the-gap-between-data-scientists-and-engineers/