Home » Info Jasa Olah Data » statistik » Kuesioner Menurut Para Ahli

Kuesioner Menurut Para Ahli

Halo sobat statistik, kali ini Jasa Olah Data USH Indonesia membahas kuesioner menurut para ahli: Kuesioner adalah alat riset yang sering kita pakai dan jumpai. Perihal olah data kuesioner, tidak jauh-jauh dari uji reliabilitas dan validitas. Masalahnya adalah, bagaimana jika kuesioner kita ada yang tidak valid? atau tidak reliabel? Simak dulu basic science – ilmu dasar – tentang kuesioner. Siapa tahu sobat statistik jadi paham bagaimana cara membuat kuesioner yang paling baik.

Berikut tips dan ulasan seputar kuesioner menurut para ahli. Disarikan dari tulisan Saul ML (peneliti psikologi di Manchester,Inggris), Phil Cleave (penulis dengan 20 tahun pengalaman), dan panduan dari Universitas Harvard:

7 Tips Membuat Kuesioner

  1. Tentukan tujuan akhir baru buat kuesioner – Jangan buat kuesioner dulu baru menentukan tujuan
  2. Sesuaikan bahasa kuesioner dengan bahasa responden
  3. Lalukan pilot study – Uji coba di sebagian kecil responden sebelum disebarluaskan
  4. Berikan alasan mengapa responden harus menjawab – contoh: hadiah
  5. Buat kuesioner singkat tapi padat – buang pertanyaan yang tidak bermakna
  6. Buat pertanyaan singkat dan jelas – buang kata yang ambigu dan tidak bermakna
  7. Opsional: percantik kuesioner dengan desain menawan atau kalimat menarik
kuesioner-menurut-para-ahli

Definisi Kuesioner Menurut para Ahli:

Kuisioner adalah instrumen penelitian yang terdiri dari serangkaian pertanyaan untuk tujuan mengumpulkan informasi dari responden. Kuisioner dapat dianggap sebagai semacam wawancara tertulis. Metode kuisioner beragam: dapat dilakukan tatap muka, telepon, komputer, atau pun sosial media.

Kelebihan Kuesioner (Angket)

Kuisioner menyediakan cara yang relatif murah, cepat dan efisien untuk memperoleh informasi dalam jumlah besar dari sejumlah besar orang.

Data dapat dikumpulkan relatif cepat karena peneliti tidak perlu hadir ketika kuesioner diisi. Kuisioner merupakan pilihan utama ketika sampel yang kita miliki jumlahnya besar. Ketika teknik wawancara tidak praktis.

Kekurangan Kuesioner (Angket)

Kekurangan kuisioner adalah validitas data. Sebagian orang bisa jadi cenderung berbohong karena dorongan sosial/prestis diri. Sebagian orang ingin menampilkan citra positif tentang diri mereka sendiri sehingga berbohong agar terlihat baik. Sebagian lagi tidak mengisi secara benar (malas-malasan). Sebagian lagi peneliti sendiri yang manipulasi data agar sesuai dengan hipotesis yang diharapkan.

Oleh karena itu solusi yang dapat diterapkan adalah: 1. Pastikan subjek/responden kuesioner benar-benar mengisi secara benar 2. Pastikan kualitas Reliabilitas dan Validitas kuesioner sudah baik 3. Tidak perlu berkecil hati dengan manipulasi data, siapa tau data apa adanya malah membuat penelitian sobat statistik berkah

2 Tipe Kuesioner Menurut Para Ahli

Kuesioner Terbuka Menurut para Ahli:

Kuesioner terbuka memungkinkan orang untuk mengekspresikan apa yang mereka pikirkan dengan kata-kata mereka sendiri. Pertanyaan terbuka memungkinkan responden untuk menjawab sedetail mungkin apa yang mereka suka. Misalnya: “dapatkah Anda memberi tahu saya betapa bahagianya perasaan Anda saat ini?”

Jika sobat statistik ingin mengumpulkan lebih banyak jawaban mendalam dari responden sobat, maka kuesioner terbuka lebih baik. Kuesioner terbuka memungkinkan respon untuk menjawab dengan apa yang mereka sukai dengan kata-kata mereka sendiri.

Di dalam aplikasinya, kuesioner terbuka sering digunakan untuk pertanyaan kompleks yang tidak dapat dijawab dalam beberapa kategori sederhana. Pertanyaan yang butuh dijawab secara detail, bahkan baru terjawab jika ada diskusi. Terkadang (atau malah seringkali) kuesioner terbuka dimix -dicampurkan- dengan kuesioner tertutup. Sehingga peneliti mendapat jawaban kuantitatif dan juga kualitatif. Jawaban yang terstandardisasi dan pula jawaban yang detail.

Kelebihan Kuesioner Terbuka

Data kualitatif yang kaya: memungkinkan responden untuk bebas mengekspresikan jawaban mereka. Penelitian dapat mengetahui mengapa seseorang memiliki sikap tertentu. Memungkinkan jawaban yang detail dan mendalam.

Kekurangan Kuesioner Terbuka

Memakan waktu untuk mengumpulkan data. Dibutuhkan waktu lebih lama bagi responden untuk menyelesaikan pertanyaan terbuka. Hal ini tidak menjadi masalah jika kebutuhan sampel sobat statistik sedikit.

Olah data relatif sulit. Diperlukan waktu lebih lama bagi peneliti untuk menganalisis data kualitatif karena mereka harus membaca jawaban dan mencoba memasukkannya ke dalam kategori dengan pengkodean, yang seringkali subyektif dan sulit.

Tidak cocok untuk responden yang kurang berpendidikan karena pertanyaan terbuka membutuhkan keterampilan mengekspresikan perasaan seseorang secara verbal.

Kuesioner Tertutup Menurut para Ahli:

Kuesioner tertutup adalah jenis kuesioner yang jawabannya sudah ditentukan. Terkadang, kuesioner tertutup dibatasi hanya dua pilihan (misalnya, ‘ya’ atau ‘tidak,’ ‘laki-laki’ atau ‘perempuan’). Terkadang juga dapat banyak pilihan seperti data ordinal. Contoh: Jasa olah data USH Indonesia bagus untuk direkomendasikan: sangat setuju / setuju / netral / tidak setuju / sangat tidak setuju.

Contoh aplikasi kuesioner tertutup adalah penggunaannya untuk meneliti kepribadian tipe A (misalnya, Friedman & Rosenman, 1974), dan juga untuk menilai peristiwa kehidupan yang dapat menyebabkan stres (Holmes & Rahe, 1967), dan juga tentang keterikatan (Fraley, Waller, & Brennan, 2000).

Kelebihan Kuesioner Tertutup

Ekonomis: singkat, padat, jelas. Jumlah halaman minimal, biaya fotokopi pun berkurang. Sehingga jika diperlukan, ukuran sampel yang besar bisa saja diperoleh.

Olah datanya mudah.
Responden memberikan informasi yang dapat dengan mudah dikonversi menjadi data kuantitatif (misalnya, hitung jumlah jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’). Tidak perlu lagi kategorisasi jawaban.

Jawaban terstandarisasi. Semua responden ditanyai pertanyaan yang sama persis dalam urutan yang sama. Ini berarti kuesioner dapat direplikasi dengan mudah untuk meningkatkan reliabilitas.

Kekurangan Kuesioner Tertutup

Kurang detail. Karena jawabannya pasti sama/tetap, sudah dipilihkan dari peneliti. Bisa saja ada responden yang memiliki pandangan lain, karena tidak ada pilihan yasudah pilih apa adanya saja.

Kesimpulan

Pastikan kuesioner sobat statistik sudah yang terbaik dari semua yang baik

Ikuti petunjuk di atas, semoga kuesioner menurut para ahli dapat membantu sobat statistik.

Catatan: jika sobat statistik ingin dinilai kuesionernya oleh USH Indonesia, kami senang hati membantu sobat, hubungi kami di Jogja, Semarang, Bandung, Surabaya, atau Medan