Home » Info Jasa Olah Data » Kupas Tuntas Data Primer, Sekunder, Kualitatif, dan Kuantitatif

Kupas Tuntas Data Primer, Sekunder, Kualitatif, dan Kuantitatif

Kupas Tuntas Definisi Data: Primer, Sekunder, Kualitatif, Kuantitatif

Pertama, data primer, apa sih data primer? Data primer adalah jenis data yang dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber utama melalui wawancara, survei, eksperimen laboratorium, dll. Peneliti mengumpulkan langsung dari sumber utama dan dianggap sebagai jenis data terbaik di dunia penelitian.

Karena terbaik, mengumpulkannya pun relatif sulit. Peneliti perlu memilih dan merancang pengambilan sampel, bahasa inggrisnya sampling method. Agar data yang peneliti ambil memenuhi tuntutan dan persyaratan penelitian, contoh: tujuan dan populasi target.

Misalnya, ketika melakukan survei pasar, tujuan survei dan populasi sampel adalah lokasi Yogyakarta, radius 5km dari benteng vredeburg. Sampling method inilah yang akan menentukan sumber pengumpulan data apa yang paling cocok — survei offline akan lebih cocok untuk populasi yang tinggal di daerah terpencil tanpa koneksi internet dibandingkan dengan survei online.

 

Contoh Sumber Data Primer

Setelah kita paham nih apa itu data primer, supaya lebih paham lagi kita masuk ke contoh. Apa aja sih contoh-contoh data primer? Bagaimana cara mengambilnya? Apa saja yang perlu disiapkan? Contoh data primer:

Riset Pasar

Riset pasar adalah aspek penting dari strategi bisnis yang melibatkan proses pengumpulan informasi tentang target pasar dan pelanggan. Data yang dikumpulkan selama riset pasar adalah data primer karena dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan bisnis.

Organisasi yang melakukan riset pasar tentang produk baru (katakanlah kopi) yang akan mereka rilis perlu mengumpulkan data seperti daya beli, preferensi rasa, penggunaan harian, dll.

Data Primer Adalah, contoh data primer: eksperimen lab

Contoh Data Primer, sumber gambar: pixabay

Eksperimen Laboratorium

Apalagi anak kesehatan, pasti tidak asing dengan lab. Meskipun tidak semua anak kesehatan harus ngelab. Nah, eksperimen laboratorium juga termasuk data primer. Kita perlu menentukan target sampel, cara mengambil sampel bahkan hingga membuat standar operasional prosedur. Hasil akhir dari data primer ini dapat berupa analisis statistik yang pastinya perlu olah data. Bentuk hasil dapat berupa tabel serta analisis dari tabel tersebut.

Arsip Sejarah yang Sezaman dengan Peristiwa

Arsip sejarah menjadi unsur penting bagi sejarawan untuk merekonstruksi masa lalu. Tanpa arsip, sejarawan tidak mungkin dapat menuliskan sejarah. Arsip sejarah digolongkan sebagai sumber primer atau sumber pertama lantaran termasuk sumber asli yang sezaman dengan peristiwa yang terjadi. Contoh arsip sejarah Koloniaal Verslag (laporan statistik tahunan kolonial), Algemene Secretarie (Sekretariat Negara), proses verbal pengadilan, dan catatan harian dan memoar seorang tokoh.

 

Definisi Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan melalui sumber-sumber primer. Data sekunder adalah tipe data yang telah dikumpulkan sebelumnya. Peneliti tidak perlu mencari dari sumber langsung, melainkan hanya mencari database yang sudah dihimpun oleh pihak tertentu. Namun, peneliti tetap harus menentukan target atau sampel populasi, seperti kriteria inklusi dan eksklusi.

Contoh Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder meliputi buku, jurnal, surat kabar, situs web, catatan pemerintah (seperti Badan Pusat Statistik), dll. Data sekunder relatif lebih mudah didapat dari data primer. Akan tetapi kenyataannya kadang tidak demikian, bisa jadi suatu data sekunder tidak tersimpan dengan baik, hilang sedikit tapi fatal, atau sulit administrasi ketika mau mendapatkannya. Pada akhirnya semua dikembalikan ke peneliti, siapa yang handal dan menikmati proses, data primer vs data sekunder sama saja, sama-sama mudah.

Contoh Data Sekunder, Data Sekunder adalah Buku

Contoh Data Sekunder, sumber: pixabay, catatan: hati-hati bertemu jodoh di perpustakaan

Buku (Literature Review)

Buku adalah salah satu cara pengumpulan data yang paling tradisional. Saat ini, ada buku yang tersedia untuk semua topik yang dapat Anda pikirkan. Saat melakukan penelitian, yang harus Anda lakukan adalah mencari buku tentang topik yang sedang diteliti, lalu pilih dari gudang buku atau perpustakaan yang tersedia di daerah itu. Buku, ketika dipilih dengan cermat adalah sumber otentik yang dapat berguna dalam menyiapkan tinjauan literatur.

Seiring berkembangnya teknologi, buku mulai dipindai ke dalam bentuk elektronik. Banyak buku elektronik sudah mencukupi kebutuhan peneliti. Tinggal bagaimana seorang peneliti mau mencari dan mengetahui bagaimana cara mencarinya. Ketersediaannya pun banyak yang gratis. Kalau pun berbayar, kita bisa minta tolong kepada teman yang ada di kampus-kampus ternama, karena kampusnya biasanya berlangganan buku elektronik berbayar.

Sumber yang Diterbitkan

Ada berbagai sumber yang diterbitkan tersedia untuk berbagai topik penelitian. Keaslian data yang dihasilkan dari sumber-sumber ini sangat tergantung pada penulis dan perusahaan penerbitan. Contoh: laporan keuangan, laporan riset kesehatan dasar, laporan lembaga riset independen, dan laporan-laporan lainnya.

Sumber yang dipublikasikan dapat dicetak atau dapat pula elektronik sesuai kasusnya. Cara mendapatkan data dari sumber primer ada yang berbayar ada pula yang gratis, tergantung pada keputusan penerbit data. Contoh: laporan keuangan gratis tersedia di internet, laporan riset kesehatan dasar pun gratis. Akan tetapi, laporan dari lembaga riset independen terkadang berbayar, seperti lembaga riset pasar nielsen.

Jurnal

Jurnal secara bertahap menjadi lebih penting daripada buku. Hal ini terjadi karena jurnal diperbaharui secara berkala, sehingga memberikan informasi terkini (update). Jurnal juga lebih spesifik ke suatu topik khusus. Sebagai contoh, kita dapat memiliki jurnal tentang “Pengumpulan Data Primer dengan Metode Laboratorium untuk Data Kuantitatif” sementara sebuah buku hanya akan berjudul “Pengumpulan Data Primer”.

 

Definisi Data Kualitatif dan Data Kuantitatif

Data kualitatif adalah semua data yang tidak berbentuk angka, sedangkan data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka. Di dalam data primer, terdapat data kualitatif dan juga data kuantitatif. Di dalam data sekunder pun terdapat kualitatif dan kuantitatif. Oleh karena itu, data kualitatif vs kuantitatif hanyalah pembeda lain dari segi jenis data. Sedangkan data primer vs data sekunder adalah dari segi cara memeroleh data.

Kalau kualitatif, cukup kita analisis tematik atau bisa juga melalui software seperti atlas.ti. Sedangkan kalau kuantitatif, perlu kita jadikan angka dulu lalu kita uji validitas secara kuantitatif pula. Setelah lolos, barulah kita uji statistik menggunakan software asli seperti R / R Studio. Terkadang ada yang menggunakan keduanya (mixed methods), tetapi yang terakhir ini jarang diambil oleh mahasiswa tingkat strata satu (S1).

Lantas, apa sih perbedaan di antara data kualitatif dan kuantitatif?

 

Perbedaan Data kualitatif dengan kuantitatif

Kita akan membuat contoh untuk memudahkan pemahaman.

Pertandingan Sepakbola Persija vs Persib di Stadion Gelora Bung Karno
Persija 1-0 PersibLebih nyaman menonton di tribun VIP ketimbang tribun biasa

Kolom kiri termasuk data kuantitatif lantaran menunjukkan kuantitas, sedangkan kolom kanan termasuk data kualitatif lantaran mementingkan kualitas. Lantas kapan kita menentukan data mana yang hendak kita gunakan? Semuanya tergantung minat dan tujuan kita. Pertama, apabila minat kita lebih ke kuantitas, tentu kita akan memilih data kuantitatif, sementara apabila minat kita adalah kualitas, kita akan memilih data kualitatif. Kedua, apabila bertujun untuk mencari hasil akhir, kita akan memilih data kuantitatif, sedangkan jika bertujuan mencari sebuah proses atau jalannya sebuah peristiwa, kita akan memilih data kualitatif.

Contoh Data Kuantitatif

Kita ambil contoh lain dalam kehidupan sehari-hari. Jono menuju warung yang berjarak 100 meter dari rumahnya dan menghabiskan waktu 5 menit untuk membeli 1 kilogram telur seharga 20 ribu rupiah. Kita dapat amati satuan pengukuran berupa meter, menit, dan kilogram. Sejumlah satuan pengukuran tersebut sudah baku dan diterima khalayak umum. Ini sama seperti data kuantitatif adalah yang dapat diukur dengan standar pengukuran yang baku, sehingga nilainya mutlak/absolut.

Contoh Data Kuantitatif, Timbangan

Contoh Data Kuantitatif, Timbangan. Sumber: pixabay

Contoh Data Kualitatif

Berbicara masalah kualitas. data kualitatif adalah data yang tidak bisa diukur dengan satuan yang standar. Pengukurannya bersifat relatif. Misalnya, ketika anda selesai membaca buku dan mendapat pertanyaan, bagaimana bukunya? Tentu anda akan menjawab berkaitan dengan kualitas buku tersebut. Jawaban anda sangat mungkin berbeda dengan jawaban orang lain yang juga sudah membacanya.

Contoh Data Kualitatif, Wawancara kualitatif

Contoh Data Kualitatif, Wawancara. Sumber: pexels.com/cdc-library

Data kualitatif memiliki banyak ragam, mulai dari dokumen, transkrip wawancara dan Forum Grup Discussion (FGD), foto, audio, rekaman video, dan film. Misalnya, kita hendak meneliti perubahan sosial di Sragen. Kita kemudian terjun ke lapangan mencari data. Kita lakukan observasi, lantas mewawancarai sejumlah penduduk setempat, mengadakan FGD, menelusuri literatur yang relevan, atau kalau tersedia video, kita bisa juga menelitinya. Beragam data itu kemudian perlu kita kumpulkan. Cara mengumpulkan data inilah yang acap disebut Teknik Pengumpulan Data yang terdiri dari observasi, wawancara, studi dokumen, dan Focus Grup Discussion (FGD).

Lalu, bagaimana cara menganalisis data kualitatif? Tunggu artikel kami berikutnya, insyaaAllah

 

Penulis: Muhammad Anggie Farizqi Prasadana, S.Pd., M.A.

Editor: dr. Abdi Marang Gusti Alhaq