Home » Info Jasa Olah Data » Mengenal 3 Tipe Penelitian

Mengenal 3 Tipe Penelitian

  • by
3 TIPE PENELITIAN

Halo Sobat Statistik, kali ini USH jasa Olah Data akan mengulas tentang mengenal 3 tipe penelitian yang perlu diketahui. Buat Sobat yang sedang akan menjalani skripsi atau riset, semoga artikel ini bisa jadi inspirasi ya.

Walaupun sering terdapat kekaburan dalam batas-batas ya kiranya Penelitian pada umumnya dapat digolongkan ke dalam 3 tipe. Pertama adalah penelitian penjajakan (eksploratif), penelitian penjelasan (explanatory atau confirmatory research), dan penelitian deskriptif.

Apa itu Penelitian Penjajakan atau Eksploratif?

Penelitian penjajakan (eksploratif) adalah tipe penelitian yang bersifat terbuka, masih mencari-cari, dan belum tentu mempunyai hipotesa. Pengetahuan peneliti tentang gejala yang akan diteliti masih sedikit sekali.

Penelitian penjajakan dengan demikian sering dilakukan sebagai Langkah pertama untuk penelitian yang lebih mendalam, baik itu penelitian penjelasan maupun penelitian deskriptif. Melalui penelitian eksploratif tersebut masalah penelitian dapat dirumuskan dengan lebih jelas dan lebih terperinci, serta hipotesa dapat dikembangkan.

Secara umum, Pengertian Penelitian Eksploratif adalah kegiatan dalam melakukan suatu penganalisaan yang dalam, tentang sesuatu pengetahuan baru, yang sebelumnya belum pernah ada.

Berikut beberapa contoh studi dengan desain penelitian eksplorasi:

  • Sebuah studi tentang peran situs jejaring sosial sebagai saluran komunikasi pemasaran yang efektif
  • Investigasi tentang cara meningkatkan kualitas layanan pelanggan dalam sektor perhotelan di Jogja
  • Penilaian peran tanggung jawab sosial perusahaan terhadap perilaku konsumen dalam industri Garmen di Jawa Barat

Pengertian Penelitian Penjelasan (explanatory atau confirmatory research)

Penelitian penjelasan adalah tipe penelitian yang menyoroti hubungan antara variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Oleh karenanya ini sudah makan juga penelitian pengujian hipotesa atau testing research. Walaupun uraiannya juga mengandung deskripsi tetapi sebagai penelitian relasional fokusnya terletak pada penjelasan hubungan hubungan antar variabel.

Explanatory Research memungkinkan peneliti untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang subjek tertentu, yang melahirkan lebih banyak subjek dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi peneliti untuk mempelajari hal-hal baru dan mempertanyakan hal-hal baru.

Studi mendalam tentang subjek menciptakan siklus dan, pemikiran / studi kritis subjek menciptakan lebih banyak pertanyaan dan pertanyaan-pertanyaan itu mengarah pada lebih banyak cara bagi peneliti untuk mempelajari lebih banyak hal yang berkaitan dengan subjek itu.

Penelitian eksplanatori adalah jenis penelitian yang merupakan pilar dari jenis peneliti lainnya. Sebelum memulai penelitian untuk penelitian berikutnya, kita harus selalu melakukan penelitian penjelasan terlebih dahulu, karena tanpanya penelitian tidak akan lengkap dan tidak akan seefisien itu.

Riset penjelasan berfungsi agar survei dan desain riset Anda memiliki fokus yang lebih baik dan secara signifikan membatasi informasi bias yang tidak diinginkan.

Lalu, Bagaimana dengan Penelitian Deskriptif? Apa pengertiannya?

Penelitian deskriptif biasanya mempunyai dua tujuan. Yang pertama adalah untuk mengetahui perkembangan sarana fisik tertentu atau frekuensi terjadinya suatu aspek fenomena sosial tertentu. Umpamanya jumlah kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, akseptor KB, banyaknya film yang diputar, dan lain-lain.

Hasilnya dicantumkan dalam tabel tabel frekuensi. yang kedua adalah untuk mendeskripsikan secara terperinci fenomena sosial tertentu. Umpamanya interaksi sosial, sistem kekerabatan, dan lain-lain. Penelitian seperti ini biasanya dilakukan tanpa hipotesa yang telah dirumuskan secara ketat. Adakalanya menggunakan hipotesa tetapi bukan untuk diuji statistik

Intinya, penelitian deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan berbagai aspek fenomena. Dalam format populernya, penelitian deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik dan / atau perilaku populasi sampel.

Karakteristik penting dari penelitian deskriptif berkaitan dengan fakta bahwa meskipun penelitian deskriptif dapat menggunakan sejumlah variabel, hanya satu variabel yang diperlukan untuk melakukan penelitian deskriptif. Tiga tujuan utama studi deskriptif dapat dijelaskan sebagai mendeskripsikan, menjelaskan dan memvalidasi temuan penelitian.

tipe penelitian deskriptif sangat erat kaitannya dengan penelitian observasional, namun tidak terbatas pada metode pengumpulan data observasi. Studi kasus dan survei juga dapat ditetapkan sebagai metode pengumpulan data populer yang digunakan dengan studi deskriptif.