Home » Info Jasa Olah Data » UJI HOMOGENITAS SPSS

UJI HOMOGENITAS SPSS

  • by

Sudahkah anda mengenal uji homogenitas SPSS? Kali ini tim Uji Statistik Halal akan berbagi informasi menarik seputar uji homogenitas SPP. Yuk, simak ulasan berikut!

Tentang Uji Homogenitas SPSS

Uji Homogenitas SPSS dibuat dengan tujuan tertetu. Adapun tujuannya adalah untuk bisa mengetahui apakah variasi beberapa data yang ada dalam sebuah populasi memiliki variasi yang sama atau bahkan tidak sama sekali. Ketika anda hendak melakukan uji independent sampel t test atau bahkan uji anova yang merupakan sebuah pengujian analisis kompratif, anda pasti diminta untuk melakukan uji ini. Uji Homogenitas SPSS sebenarnya bukanlah sebuah uji yang bersifat sebagai syarat mutlak namun tetap uji ini merupakan syarat untuk bisa melakukan uji independent sampel t tes atau uji anova. Analisis of varians atau yang sering kita sebut dengan anova memiliki asumsi yaitu varians yang ada di beberapa populasi ialah sama atau bersifat homogen. Uji independent sampel t test sebenarnya tetap dan masih bisa dilakukan meskipun varians datanya tidak homogen. Namun, hasil yang muncul biasanya adalah equal variance not assumed.

Dasar Pengambilan Keputusan

Uji Homogenitas digunakan untuk bahan acuan dalam menentukan sebuah keputusan pada uji-uji statistic yang akan dilakukan berikutnya. Joko Widiyanto pada tahun 2010:51 telah menyebutkan beberapa dasar atau pedoman pengambilan keputusan dalam uji homogenitas. Adapun dasar pengambilannya ialah sebagai berikut:

  1. Ketika nilai signifikasi atau Sig. <0.05, maka bisa diambil keputusan bahwa varians yang ada pada dua kelompok atau lebih ini memiliki varians yang tidak sama atau tidak homogen.
  2. Sedangkan apabila nilai signifikasinya atau Sig. >0.05 maka dapat diambil sebuah keputusan yaitu populasi dari kelompok tersebut memiliki varians yang sama atau homogen.

Contoh Kasus Uji Homogenitas Yang Terjadi di Sebuah Penelitian

Kali ini kita akan memberikan sebuah contoh kasus untuk melakukan uji homogenitas. Uji homogenitas yang akan dilakukan ialah tentang hasil belajar mata pelajaran IPA di siswa kelas 6A dan kelas 6B. Adapun rinciannya ialah sebagai berikut:

No.Hasil Belajar IPA
Kelas 6AKelas 6B
15687
27292
36787
45882
57089
66886
77690
87086
96980
105885
116590
127083
137580
146787
157282
167480
177683
186882
196289
207085
216192
227785

Pengkodean data seperti di atas yaitu A dan B digunakan untuk kategorisasi dimana hal ini akan mempermudah proses dalam melakukan uji homogenitas dengan SPSS.

Jenis Uji Homogenitas

Untuk melakukan uji homogenitas, terdapat dua jenis uji yang bisa anda gunakan sesuai dengan data anda. Yang pertama ada uji F dan yang kedua ada yang namanya uji Barlett. Perbedaan dari kedua uji ini adalah terletak pada jumlah kelompok sampel yang akan digunakan. Untuk kelompok sampel yang berjumlah dua kelompok maka anda bisa menggunakan uji F. Namun, apabila anda hendak melakukan pengujian homogenitas varians terhadap tiga kelompok sampel atau bahkan lebih, maka anda bisa menggunakan Uji Barlett.

Itulah berbagai informasi terkait Uji Homogenitas mulai dari pengertian, dasar pengambilan keputusannya, contoh kasus hingga jenis-jenis ujinya. Bagi anda yang membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan statistic anda, anda bisa menggunakan layanan kami di Uji Statistik Halal. Semoga artikel ini membantu dan bermanfaat ya.