Home » Info Jasa Olah Data » Uji Validitas Product Moment dengan SPSS

Uji Validitas Product Moment dengan SPSS

  • by
uji validitas product moment

Kita pasti sudah menyadari bahwa penelitan mengenai statistic sudah banyak dilakukan. Nah, dari berbagai penelitian tersebut terutama yang menggunakan metode angket ataupun kuisioner maka tentu dibutuhkan yang namanya uji validitas. Adapun fungsi dari uji validitas ini adalah untuk mengetahui seberapa valid atau seberapa sesuai angket yang digunakan untuk melakukan penelitian oleh si peneliti dari para responden ataumpu sampel penelitian tersebut. Prinsip yang digunakan pada uji validitas product moment pearson correlation ialah dengan melakukan korelasi atau mengkorelasikan atau juga menghubungkan antara masing-masing skor item ataupun soal dengan semua skor atau skor total. Skor ini diperlolaeh dari jawaban responden atas kuisioner yang telah dibuat.

Dasar Pengambilan keputusan

uji validitas product moment

Semua uji yang ada di statistic, tentu memiliki dasar dalam pengambilan sebuah keputusan sebagai bahan acuan ataupun sebagai sebuah pedoman untuk menyimpulkan dan membuat kesimpulan. Hal ini tentu juga berlaku bagi uji validitas product moment pearson correlation ini. Nah, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk sebagai dasar pengambilan keputusan dalam uji validitas product moment ini:

Membandingkan Nilai r hitung dengan Nilai r tabel

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel. Adapun langkahnya ialah jika nilai r hitung>r tabel, maka item soal angket tersebut bisa dikatakan valid. Namun, jika nilai r hitung< r tabel, maka item soal angket tersebut dinyatakan tidak valid.

Membandingkan Nilai Sig (2-tailed) dengan probabilitas 0,05

Selanjutnya, anda juga bisa mengambil keputusan dengan melakukan perbandingan nilai Sig 92-tailed) dengan probabilitas 0,05. Adapun hal yang harus anda bandingkan yang pertama adalah jika nilai Sig. (2 tailed)<0,05 dan pearson correlation memiliki nilai yang positif maka item soal dari angket tersebut adalah valid. Sedangkan apabila nilai Sig. (2-tailed)<0,05 dan pearson correlation memiliki nilai negative, maka item soal angket tersebut tidak valid. Dan yang terakhir, apabila nilai Sig. (2-tailed)>0,05 maka item soal angket tersebut tidak valid.

Contoh Kasus Uji Validitas Product Moment dalam Penelitian

Pada bagian ini kita akan membahas mengenai praktiknya yaitu cara-cara yang dilakukan untuk uji validitas product momen dengan menggunakan software. Adapun software yang akan digunakana adalah SPSS. Contoh data yang akan kita gunakan adalah data partisipasi siswa dalam pemilihan ketua Pramuka dengan total dari respondennya adalah 20 siswa. Atau N=20 dengan item soal sebanyak 7 buah. Uji Validitas Product Moment ini dilakukan dengan menggunakan software SPSS dengan bersi 21. Berikut ini adalah tabel tabulasinya

No. RespondenNomor Butir AngketSkor Total
1234567
1232224520
2454444227
3113333216
4222224418
5333444425
6233443322
7333133319
8434454529
9332433220
10444354428
11424324423
12444445531
13444445429
14444344427
15443444427
16444443326
17454554431
18434444326
19222244420
20112234215

Note: Pada angket yang digunakan pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan positif (favorable) yang mana setiap pertanyaan bisa dijawab dengan skor sebagai berikut:

  1. Sangat tidak setuju, skor 1
  2. Kurang setuju, skor 2
  3. Cukup setuju, skor 3
  4. Setuju, skor 4
  5. Sangat setuju, skor 5

Langkah Uji Validitas Dengan SPSS

  1. Pertama anda perlu menyiapkan tabulasi seperti tabel diatas dalam bentuk doc, excel, dll. Selanjutnya bukalah program SPSS dan klik variable view yang terletak di pojok kiri bawah program. Pada bagian name, tuliskan item_1, item_2 hingga terakhir item_7. Kemudian pada skor total tulis skor-total. Selanjutnya pada decimals ubahlah menjadi angka 0 dan pada bagian measure klik scale. Anda bisa mengabaikan pilihan yang lain.
  2. Pilih data view yang ada di pojok kiri bawah selanjutnya masukkan data skor angket dengan melakukan copy paste dari tabulasi kyang sudah disiapkan sebelumnya.
  3. Kemudian pilih menu Analyze, dan pilih sub menu Correlate lalu Bivariate.
  4. Selanjutnya akan muncul kotak baru dari kotak dialog “Biviriate correlations”. Lalu, masukkan variabel pada kotak variables:. Untuk bagian correlation coefficient anda bisa mencentang pearson. Di bagian test of significance pilih two-tailed. Lalu centang flag significant correlations dan klik ok. Lalu selanjutnya akan muncul output dan kita tinggal melakukan interpretasi saja hasilnya agar mudah untuk dipahami.